Muslimahwahdah.or.id - MAKASSAR, Dalam suasana penuh berkah di tengah 10 hari terakhir bulan Ramadhan, Ustadzah Harisa Tipa Abidin mengajak muslimah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah melalui kekuatan doa.
Pada acara kajian akbar Muslimah Wahdah Pusat dengan tema "Muslimah dalam Dekapan Doa", Rabu (26/3/2025). Ummu Khalid sapaan akrabnya langsung dari Mekkah Al Mukarramah mengingatkan bahwa derajat ketaqwaan tidaklah mudah diraih, melainkan diperoleh dengan usaha dan proses.
Derajat Ketaqwaan: Proses dan Usaha yang Berkelanjutan
"Derajat ketaqwaan bukanlah hal yang mudah kita raih, tapi beranjak dan belajar, maka derajat ini adalah posisi yang kita dapatkan dari keimanan kita," ujar Ketua Muslimah Wahdah Pusat ini.
Ia menekankan bahwa bulan Ramadhan adalah saat yang penuh rahmat, terutama pada 10 hari terakhir. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk tidak hanya mempersiapkan rumah dan makanan untuk menyambut akhir Ramadhan, tetapi juga untuk meningkatkan ibadah dan ketaqwaan sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah.
"Berkenaan dengan 10 hari terakhir Ramadhan, keimanan dan ketaqwaan adalah merupakan satu identifikasi. Ramadhan tidak hanya ditutup dengan persiapan rumah dan makanan, tapi mempersiapkan diri dengan semakin menggiatkan ibadah kita," lanjutnya.
Meneladani Rasulullah dalam Meningkatkan Ibadah
Aisyah radhiyallahuanha menggambarkan bagaimana Rasulullah shallahualaihiwassalam semakin mendekatkan diri kepada Allah pada 10 malam terakhir Ramadhan. Beliau tidak hanya menyelesaikan ibadah, tetapi memperbanyak ibadahnya untuk meraih keberkahan yang lebih besar.
"Rasulullah semakin meningkatkannya," ujar Ustadzah Harisa, mengingatkan kita untuk meneladani beliau.
Keutamaan Malam Lailatul Qadar dan Doa yang Disarankan Rasulullah
Ummu Khalid juga mengingatkan agar kita memperbanyak doa pada malam-malam yang kita yakini sebagai malam Lailatul Qadar.
Doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallahualaihiwassalam untuk dibaca pada malam tersebut adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
"Allahumma innaka afuw tuhibbul Afwa fa'fuanni."
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau mencintai orang yang memaafkan, maka ampunilah aku." (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850).
Malam Lailatul Qadar, adalah malam yang penuh kemuliaan, ketika Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Inilah saat yang tepat bagi kita untuk menyampaikan segala harapan dan permohonan kita kepada Allah.
"Doa ini adalah momentum dalam Ramadhan, dalam untaian doa ini kita bawa seluruh harapan kita. Kita angkat tangan kita dengan penuh iman dan ihtisab, dan serahkan segala keluh kesah kita kepada Allah," tegas Ustadzah Harisa.
Mengangkat Doa dengan Keyakinan dan Ihtisab
Lailatul Qadar adalah waktu yang penuh keberkahan. Inilah kesempatan untuk membawa seluruh kekhawatiran, luka, rasa sakit, dan ujian hidup kita. Kita berharap agar Allah mengabulkan doa kita dengan penuh kasih sayang-Nya.
"Malam ini kita membawa seluruh beban kehidupan kita, rasa, asa, dan pengharapan kita sebagai hamba yang lemah kepada Allah, tempat kita bergantung," ungkapnya dengan penuh harapan.
Ia juga mengingatkan agar kita terus berdoa sejak sore hari, sebelum sholat maghrib, saat kita merasa malam itu adalah malam Lailatul Qadar. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah 186 yang mengingatkan bahwa Allah sangat dekat dan selalu mendengarkan doa-doa hamba-Nya.
"Seyogyanya kita berdoa dengan keyakinan penuh bahwa Allah Maha Dekat dan mengabulkan doa kita," ujarnya.
Berprasangka Baik kepada Allah
Pada kesempatan ini, Ummu Khalid juga mengajak kita untuk berprasangka baik kepada Allah, karena Allah adalah Zat yang Maha Memiliki, Maha Pengasih, dan Maha Pengampun. Ustadzah Harisa menutup nasihatnya dengan ajakan untuk mengawali dan mengakhiri segala kebaikan dengan sedekah, yang merupakan salah satu indikasi keimanan kita.
"Sedekah adalah indikasi keimanan seseorang. Membersihkan harta kita dengan infak dan sedekah adalah jalan menuju ketundukan dan meraih Lailatul Qadar," tutupnya dengan penuh harapan.
Dengan doa yang tulus dan ikhlas, mari kita tingkatkan ibadah kita pada malam-malam terakhir Ramadhan. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita, mengabulkan doa-doa kita, dan memberi kita kekuatan untuk terus istiqamah dalam menjalani hidup ini dengan penuh iman.
0 Komentar
Belum ada pesan