Muslimahwahdah.or.id - Baubau, Unit Pembinaan dan Pengembangan Dasar Al-Qur'an (P2DQ) Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Baubau alhamdulillah sukses menggelar *Seminar Al-Qur’an dan Tasyakuran DIROSA Angkatan VII Tahun 2026* di Gedung Salsa Resort, Baubau, pada Ahad (04/10/2026).
Kegiatan rutin tahunan ini diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur sekaligus bentuk apresiasi atas perjuangan para peserta yang berhasil menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an melalui metode Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa (DIROSA). Sebanyak 234 peserta dari berbagai rentang usia—mulai dari kalangan pelajar hingga lansia—resmi mengikuti prosesi tasyakuran tersebut.
Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi.
"Saya sangat senang dan bahagia dapat menghadiri acara wisuda Dirosa ini. Semoga jalinan silaturahmi ini terus berlanjut dan kerja sama kita dapat makin ditingkatkan ke depannya," ujar Wa Ode Hamsinah Bolu.
Wakil Wali Kota Baubau juga menekankan besarnya tanggung jawab bersama dalam membangun daerah, khususnya dalam menjaga benteng moral dan spritual generasi muda.
"Tanggung jawab kita sangat besar dalam membangun Baubau. Saya menitipkan pesan kepada organisasi-organisasi Islam, termasuk Muslimah Wahdah, mari kita perkuat kolaborasi untuk menyelamatkan generasi muda, anak-anak, cucu-cucu, serta sesama muslim. Dalam menuju kedewasaan, pemahaman intelektual saja tidak cukup, tetapi perlu ditumbuhkan pula pemahaman spiritual," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Baubau, Ustadzah Hasty Hamzah, S.Si., M.Si., menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kehadiran jajaran pemerintah daerah, tokoh wanita, para pembina Dirosa, serta seluruh peserta wisuda dan pendamping.
"Berkumpulnya kita di sini menjadi bukti nyata kebersamaan dalam merawat benteng moral dan menjaga cahaya Al-Qur'an di Kota Baubau," ungkap ustadzah yang akrab disapa Ummu Yasir tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa momentum tasyakuran ini bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan sebuah gerbang awal untuk melangkah lebih jauh.
"Tasyakuran hari ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk berjuang lebih tekun menghadapi hari-hari ke depan yang membutuhkan komitmen, keistiqomahan, dan pengorbanan yang lebih besar bersama Al-Qur'an," tegasnya.
Ia menambahkan rasa kagum dan apresiasinya atas keteguhan para peserta yang tak kenal lelah untuk terus belajar.
"Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta. Bukan hal yang mudah untuk bisa sampai di titik ini. Di tengah padatnya kesibukan harian, berjuang selama 1 hingga 2 tahun—bahkan ada peserta yang telah berusia 50 hingga 70 tahun, serta yang harus membagi waktu dengan pekerjaan—tetap berkomitmen untuk terus membersamai Al-Qur'an melalui Dirosa," pungkasnya.
Rangkaian acara diawali dengan pemaparan materi bertajuk “Bersama Al-Qur’an dalam Harmoni Cinta dan Perjuangan” yang dibawakan oleh Ustadzah Lisnawati Maswar, A.Md. Melalui pemaparannya, beliau memberikan untaian nasihat mendalam bahwa cinta dan perjuangan terhadap Al-Qur'an adalah dua hal yang menyatu dalam sebuah harmoni dan tidak dapat dipisahkan.
"Cinta kepada Al-Qur'an tidak cukup hanya diucapkan di bibir, sebab setiap rasa cinta sejati selalu membutuhkan bukti perjuangan,"* ungkap Ustadzah Lisnawati Maswar, A.Md. dihadapan ratusan peserta.
"Perjuangan itu hadir ketika kita rela menyisihkan waktu di tengah lelahnya rutinitas, terus berupaya memperbaiki bacaan, hingga konsisten menjaga interaksi dengan Al-Qur'an setiap harinya," lanjutnya.
Ia juga mengajak para peserta untuk menjadikan Al-Qur’an tidak sekadar sebagai bacaan, melainkan sebagai pedoman utama dan cahaya kehidupan yang melahirkan perubahan positif pada diri, keluarga, hingga masyarakat.
"Al-Qur’an adalah petunjuk dan cahaya kehidupan agar kita memperoleh keselamatan di dunia maupun akhirat," tuturnya.
Turut hadir dalam jajaran undangan antara lain pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Baubau, Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Baubau, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kota Baubau, Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama, Komisi Pemberdayaan Perempuan, Keluarga, dan Remaja MUI Kota Baubau, Ketua Wanita Islam Kota Baubau, jajaran Dosen Politeknik Baubau, serta berbagai tokoh wanita lainnya.
Rangkaian kegiatan Tasyakuran Dirosa Angkatan VII ini ditutup dengan persembahan spesial dari panitia pelaksana dan sesi foto bersama seluruh peserta wisuda.
0 Komentar
Belum ada pesan