Muslimahwahdah.or.id - Yogyakarta, Muslimah Wahdah Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sukses menyelenggarakan Salam Indonesia, bertema Healing Journey_Muslimah pada Ahad (2/8/26) di Balai Kunthi, Mandala Bhakti Wanitatama. Mengusung jargon “Menyembuhkan Luka, Menumbuhkan Taqwa”, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus pembelajaran bagi muslimah untuk menemukan ketenangan hati melalui nilai-nilai Islam.
Diikuti 324 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan tingginya antusiasme muslimah untuk menghadiri kajian bertema pemulihan hati dan penguatan takwa.
Hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari berbagai lembaga, di antaranya Pimpinan ’Aisyiyah, Muslimah Hidayatullah, AMIDA, UMMIDA, Kementerian Agama, serta tamu undangan lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan ini.
Turut memeriahkan kegiatan ini, hadir Hakeema Sabiyya, Finalis Hafidz Indonesia 2024, yang membawakan tilawah Surah Az-Zumar disertai terjemahan berbahasa Inggris, menghadirkan suasana khusyuk sejak awal acara.
Ketua Muslimah Wahdah Wilayah Yogyakarta, Ustadzah Lulu Choriroh, S.Ag, menyampaikan bahwa Salam Indonesia merupakan wadah silaturahmi bagi Muslimah Wahdah Islamiyah Yogyakarta beserta seluruh Muslimah Wahdah Daerah. Ia berharap kegiatan ini menjadi wasilah hadirnya kebermanfaatan yang lebih luas bagi muslimah di Yogyakarta.
"Mudah-mudahan silaturahmi ini menjadi salah satu wasilah bagi kami untuk terus bisa memberikan kemanfaatan, tidak hanya untuk kami, tapi juga untuk muslimah yang ada di Yogykarta," jelasnya.
Sebelum memasuki materi inti, Ustadzah Fenty Kusuma Kambunawati, S.P., CLQ selaku moderator mengajak peserta merenungkan makna healing yang sesungguhnya. "Healing sejati bukan sekadar beristirahat dari kesibukan, tetapi proses kembali mendekat kepada Allah dan bertumbuh dalam keimanan," ucapnya.
Sesi materi utama kemudian disampaikan oleh Ibu Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog yang mengajak peserta berpartisipasi dalam survei interaktif melalui JoinPD untuk memetakan persoalan yang banyak dihadapi para muslimah. Hasilnya menunjukkan beragam tantangan kehidupan yang kemudian menjadi pintu masuk pembahasan mengenai healing dalam perspektif Islam.
Melalui kisah Maryam ’alaihas salam, pemateri mengingatkan bahwa kedekatan kepada Allah tidak menjadikan seseorang terbebas dari ujian. "Maryam yang dikenal sebagai wanita salehah tetap menghadapi ujian yang sangat berat. Ketika seseorang sedang terluka, yang paling dibutuhkan sering kali bukan nasihat, melainkan empati, didengarkan, dan dipahami," jelasnya.
Pemateri juga mengangkat kisah Rasulullah ﷺ yang pernah merasakan sempitnya dada akibat penolakan dan ucapan orang-orang yang mendustakan beliau. Dari sini peserta diajak belajar untuk menghadirkan empati kepada orang lain sebelum memberikan nasihat, karena setiap orang memiliki beban yang tidak selalu tampak di hadapan manusia.
Pada sesi berikutnya, pemateri menyampaikan pentingnya kesehatan emosi dalam keluarga. "Seorang ibu harus menjadi co-regulator emosi bagi anak. Anak perlu tantrum karena belajar meregulasi emosi," paparnya.
Peserta juga diajak memahami bahwa kebahagiaan sering kali dirampas oleh rasa takut terhadap masa depan dan kesedihan terhadap masa lalu. Melalui pelajaran dari kisah ibu Nabi Musa dan keluarga Nabi Ya’qub, pemateri mengingatkan pentingnya bersandar kepada Allah ketika menghadapi ujian. Sabar bukan sekadar ucapan kepada orang yang sedang menderita, melainkan keteguhan hati untuk tetap bersama Allah dan menerima setiap ujian dengan lapang dada.
Sebagai bentuk self healing dalam Islam, peserta diajak mengubah cara pandang terhadap orang yang pernah menyakiti. Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan, tetapi membebaskan diri dari beban yang selama ini dipikul. Dengan keikhlasan, seseorang dapat memperoleh ketenangan hati dan terhindar dari belenggu dendam.
Selain mengikuti kajian, peserta juga dapat mengunjungi bazaar UMKM, memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan, menikmati penampilan Hakeema Sabiyya, serta mengabadikan momen di area photobooth yang telah disediakan panitia.
Melalui penyelenggaraan Salam Indonesia: Healing Journey Muslimah, Muslimah Wahdah Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta berharap semakin banyak muslimah yang menyadari bahwa ketenangan sejati tidak hanya diperoleh melalui jeda dari aktivitas, tetapi dengan memperkuat hubungan dengan Allah, melapangkan hati untuk memaafkan, serta mempererat ukhuwah dalam kebaikan.
Koresponden Muslimah Wahdah Wilayah DIY
0 Komentar
Belum ada pesan