MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
TUTUP

Rawat Iman di Tengah Ujian, Muslimah Wahdah Kulon Progo Gelar Gema Majelis Taklim

Muslimahwahdah.or.id - Yogyakarta, Gema Majelis Taklim (GMT) kembali terlaksana dengan khidmat di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (10/10/2026). Bertempat di Masjid Imam At-Tirmidzi, Temben, Kecamatan Lendah, kegiatan ini menjadi ruang bagi para muslimah untuk menimba ilmu, menguatkan iman dan saling menguatkan di tengah berbagai ujian kehidupan.

GMT sendiri merupakan kegiatan syiar tahunan Muslimah Wahdah yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Nusantara. Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, kegiatan ini berlangsung di empat titik, yakni Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul dan Kulon Progo.

Di Kulon Progo, kegiatan ini diselenggarakan oleh Muslimah Wahdah Daerah (MWD) Kulon Progo. Ditengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, kehadiran para jamaah menjadi nikmat yang patut disyukuri.

 

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ibu Hj. Sagiyem selaku Dukuh Temben yang memberikan sambutan sekaligus mengajak masyarakat untuk bersemangat menghadiri majelis ilmu.

Dalam pesannya, beliau mengajak para muslimah, mulai dari ibu-ibu, para perempuan muda, hingga para simbah putri, agar meluangkan waktu untuk belajar agama dan menikmati siraman rohani. Menurutnya, majelis taklim dapat menjadi sarana untuk menjaga ketenangan batin di tengah berbagai kesulitan yang dihadapi.

“Hendaknya para muslimah baik ibu-ibu, mbak-mbak maupun para simbah putri untuk meluangkan waktu belajar bersama, menikmati siraman rohani agar batinnya tetap adem, ayem walau ditengah kondisi bumi yang kering,” ucapnya.

Pesan tersebut terasa begitu dekat dengan kondisi masyarakat setempat. Kekeringan berkepanjangan masih belum berakhir, sementara sebagian peserta menghadapi kesulitan ekonomi dan ujian kesehatan. Dalam keadaan demikian, GMT yang mengusung tema “Musibah Menguji, Iman Menguatkan” hadir sebagai pengingat bahwa di balik setiap ujian, seorang muslimah perlu terus menjaga iman dan menggantungkan harapan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Materi utama disampaikan oleh Ustadzah Lina Prihatin. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak para peserta untuk menjadikan musibah sebagai momentum muhasabah dan memperbaiki prasangka kepada Allah.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjadi muslimah yang tangguh, bertakwa, serta menjalankan amanah dalam kehidupan keluarga.

“Muslimah hendaknya tetap berusaha menjadi pribadi yang tangguh, menjaga ketakwaan, dan menunaikan amanah dalam peran keluarga sebagai istri dan ibu yang salehah. Hal ini merupakan bagian dari ikhtiar menjaga generasi di tengah gempuran fitnah zaman,” terangnya.

Selain kajian, GMT kali ini juga dirangkaikan dengan tasyakuran Disora yang mengundang 20 peserta alumni Dirosa. Sebanyak 11 peserta berkesempatan hadir dalam momen tersebut.

Tasyakuran ini menjadi bentuk apresiasi atas kesungguhan dan perjuangan para peserta dalam mempelajari Al-Qur'an, dimulai dari tahap dasar. Melalui kegiatan ini, diharapkan para alumni semakin termotivasi untuk terus belajar, memperbaiki bacaan, dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an secara bertahap.

Koresponden: Muslimah Wahdah Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta

0 Komentar

Belum ada pesan

Tinggalkan Pesan