Muslimahwahdah.or.id - Bandung, Muslimah Wahdah Wilayah Jawa Barat menggelar perhelatan akbar bertajuk "Salam Indonesia" di Masjid Besar Baitul Muttaqin, Jl. Purwakarta No.205, Antapani Kidul, Kota Bandung pada Ahad (2/8/2026) di titik Bandung Raya (Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kota Cimahi).
Mengusung tema "Muslimah Cari Cuan, Syariat Jadi Pedoman", acara ini dihadiri oleh 383 peserta lintas usia dari berbagai daerah. Ketua Muslimah Wahdah Wilayah Jawa Barat, Ustadzah Dina Intan Sukmana, S.E., menjelaskan bahwa gerakan "Salam Indonesia" ini dilaksanakan secara serentak di seluruh penjuru tanah air.
Ia mengangkat kisah inspiratif Ibunda Khadijah R.A."Ibunda Khadijah adalah seorang muslimah pebisnis ulung yang dengan bisnisnya itu bisa berkontribusi besar untuk dakwah. Semoga kita semua bisa belajar dari beliau bagaimana produktivitas muslimah bisa menopang dakwah," ujar Ustadzah Dina.
Tuan rumah acara, Ketua DKM Masjid Besar Baitul Muttaqin, Drs. H. M. A. Welid, MM. Pd., menyambut hangat agenda nasional ini. Beliau juga membagikan program-program unggulan sosial masjid yang selama ini berjalan, salah satunya adalah aksi berbagi makanan gratis.
"Masjid ini memiliki banyak program, di antaranya pembagian makanan gratis sebanyak 300 porsi setiap hari untuk para jamaah. Saya sangat bangga dan bersyukur dengan diselenggarakannya acara Salam Indonesia ini, berarti masjid ini dipercaya untuk kegiatan yang lebih besar," ungkapnya.
Mengupas Tuntas Strategi Bisnis dan Rambu Syariat Dipandu oleh Maryana Maryam, M. Pd sebagai moderator, sesi talkshow inti menghadirkan dua pemateri. Sesi pertama diisi oleh Hj. Rr. Ina Wiyandini, BA, pemilik Ina Cookies yang telah eksis selama 34 tahun sejak 1992. Pengusaha yang akrab disapa Mama Ina ini membagikan pasang surut perjalanan bisnisnya hingga mampu bangkit dan maju dalam usahanya.
Sebagai ibu dari 3 anak dan nenek dari 7 cucu, Mama Ina menegaskan bahwa perempuan harus bangga dengan kelebihan yang diberikan Allah untuk tetap produktif dari rumah. "Kita harus punya cita-cita hebat, niat kuat untuk mewujudkannya, dan jangan pernah lepas dari doa. Dalam berbisnis kita wajib kreatif dan inovatif, jangan sekadar meniru, harus ada pembeda," tutur pendiri Pesantren Hafizh Qur'an JUSKOKI (Jujur, Ulet, Sabar, Komunikatif, Optimis, Komitmen, Ikhlas) tersebut. Ia juga mengingatkan agar para muslimah bijak menjaga waktu, ucapan, dan kesempatan yang tidak akan bisa kembali.
Melengkapi perspektif praktis tersebut, pemateri kedua Ustadzah Sulvinah Saleh, S.S., S.QI (Ummu Husein) mengulas landasan fikih muamalah. Beliau memaparkan bahwa Islam memandang aktivitas ekonomi bukan sekadar urusan duniawi, melainkan bentuk rasa syukur dan ibadah sosial yang bernilai pahala setelah ibadah ritual selesai dilakukan.Meski begitu, Ummu Husein mengingatkan pentingnya batasan bagi wanita dalam aktivitas ekonomi.
"Jika seorang wanita ingin produktif dalam aktivitas ekonomi, tetap ada rambu-rambu yang harus diperhatikan untuk menjaga kodrat serta peran utamanya sebagai istri dan ibu. Prinsip usaha dalam Islam adalah mendapatkan keberkahan, bukan hanya materi atau uang, sehingga apa yang kita lakukan bisa bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia," terangnya.
Selain mendapatkan ilmu dan wawasan baru, ratusan peserta yang memadati ruang utama masjid juga dimanjakan dengan pembagian doorprize menarik di akhir sesi. Pihak panitia dan DKM juga menyediakan fasilitas makan siang gratis khusus bagi 250 orang peserta pertama yang hadir di lokasi acara.Melalui kegiatan ini, diharapkan para muslimah di Jawa Barat dapat menjadi motor penggerak ekonomi keluarga yang mandiri, kreatif, namun tetap kokoh berdiri di atas koridor syariat Islam demi menjemput Indonesia yang berkah.
(_Euis Septiany/Bubu_)
0 Komentar
Belum ada pesan