Muslimahwahdah.or.id - Makassar, Muslimah Wahdah Cabang Makassar sukses menggelar Tasyakuran Dirosa dengan mengusung tema "Bersama Al-Qur'an dalam Harmoni Cinta dan Perjuangan". Kegiatan yang berlangsung di Gedung Teater Politeknik Kesehatan Jl wijaya Kusuma kota Makassar pada Ahad (26/07/2026)
Kegiatan yang diadakan oleh Unit Khidmatul Qur'an ini mengahadirkan 118 peserta Tasyakuran Dirosa serta 62 orang pendamping yang akan dibentukan kelompok belajar Dirosa turut memberikan dukungan dan semangat kepada para peserta.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Muslimah Wahdah Cabang Makassar, Ustadzah Hamiyati, menyampaikan bahwa Tasyakuran Dirosa bukanlah akhir dari perjalanan belajar Al-Qur'an, melainkan awal untuk terus meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an melalui tilawah, tadabbur, dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Makassar, Ibu Rizti Nadirah Rizal, S.STP., M.M., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya Tasyakuran Dirosa. Beliau menilai program Dirosa menjadi salah satu sarana yang sangat membantu masyarakat, khususnya orang dewasa, untuk belajar membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Pada sesi materi utama, Ustadzah Hidayah, S.Pd.I., M.Pd. menyampaikan materi bertajuk "Bersama Al-Qur'an dalam Harmoni Cinta dan Perjuangan". Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa harmoni cinta kepada Al-Qur'an berarti adanya keselarasan, keseimbangan, dan keserasian dalam menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. Kecintaan kepada Al-Qur'an diwujudkan dengan senantiasa mendekatkan diri kepadanya, menghayati maknanya, mengamalkan ajarannya, memperjuangkannya, serta rela berkorban demi tegaknya nilai-nilai Al-Qur'an.
"Meninggalkan Al-Qur'an akan membawa dampak yang besar bagi kehidupan seorang muslim, di antaranya rusaknya akhlak, keringnya ruhiyah, semakin banyaknya fitnah, serta hilangnya arah perjuangan dalam menegakkan agama Islam. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya terus menjaga hubungan yang erat dengan Al-Qur'an sebagai sumber petunjuk dan cahaya kehidupan," ujarnya dalam materi.
Suasana haru turut mewarnai kegiatan ini. Salah seorang peserta mengungkapkan rasa syukur karena tidak hanya berhasil menyelesaikan pembelajaran Dirosa, tetapi juga dapat mengajak kedua anaknya mengikuti kajian dan mulai belajar Dirosa.
Acara ditutup dengan prosesi wisuda peserta Dirosa yang berlangsung penuh khidmat dan haru. Satu per satu peserta menerima sertifikat kelulusan sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan kesungguhan mereka dalam mempelajari Al-Qur'an. Pada kesempatan tersebut, panitia juga memberikan penghargaan kepada 13 wisudawati terbaik yang telah menunjukkan prestasi, kedisiplinan, dan komitmen selama mengikuti pembelajaran Dirosa.
Tasyakuran Dirosa diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur'an, tidak berhenti pada kelulusan semata, tetapi terus belajar, mengamalkan, dan menyebarkan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah keluarga dan masyarakat.
Penulis: Riska fausiah MWC Makassar
0 Komentar
Belum ada pesan