MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
TUTUP

GMT 2026 Muslimah Wahdah Mamuju Ajak Majelis Taklim Perkuat Iman Hadapi Musibah

Muslimahwahdah.or.id - Mamuju, Gema Majelis Taklim dengan tema “Musibah Menguji Iman, Menguatkan” dilaksanakan di Aula Asrama Haji pada Ahad (18/10/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh 193 peserta yang berasal dari Mamuju dan Tapalang.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ustadzah Nurliah, S.Si. Dalam sambutannya, ia memperkenalkan unit-unit yang ada di Wahdah Islamiyah beserta tugas dan perannya bahwa setiap unit memiliki tanggung jawab masing-masing, tetapi tetap saling bekerja sama untuk mencapai tujuan dakwah.

Ia turut menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran yang terjadi di Kalimantan dan dampaknya bagi masyarakat, termasuk di Mamuju yang turut merasakan dampak asap. Kondisi tersebut mengganggu kualitas udara dan aktivitas masyarakat, bahkan anak-anak harus belajar dari rumah demi menjaga kesehatan dan keselamatan. 

Ia mengajak seluruh anggota majelis taklim untuk meningkatkan kepedulian, saling membantu, dan mendoakan saudara-saudara yang terdampak musibah.

Turut hadir Nur Hasanah Nawir, S.Pd., M.Si. selaku Sekertaris BKMT Kabupaten Mamuju, ia kembali teringat  musibah gempa bumi yang terjadi pada tahun 2021, disusul pandemi COVID-19, serta dampak kebakaran di Kalimantan yang kembali mengundang keprihatinan bersama. "Musibah hendaknya menjadi pengingat untuk memperkuat iman, meningkatkan kepedulian, dan saling membantu sesama," tegasnya. 

Ia juga menekankan pentingnya peran majelis taklim dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak, dengan ayah dan ibu sebagai pendidik utama. Oleh karena itu, para ibu diajak untuk terus menuntut ilmu, memperdalam pemahaman agama, serta membangun kerja sama dengan Wahdah Islamiyah agar majelis taklim di Mamuju semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ustadzah Maharani, S.Si., G.C., M.Sc., CT, dengan pembahasan mengenai musibah sebagai ujian keimanan yang dapat menguatkan iman dan mendekatkan diri kepada Allah. 

Dalam materinya, ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an banyak membahas berbagai keadaan manusia, termasuk kehilangan, kesedihan, penderitaan, dan bencana. Salah satu dalil yang disampaikan adalah QS. Al-Ankabut ayat 2–3, yang mengingatkan bahwa manusia akan diuji untuk memperlihatkan kesungguhan imannya.

Ia juga mengingatkan agar seorang muslim tidak berlebihan dalam mengeluh ketika menghadapi musibah dan tidak berputus asa dari rahmat Allah. Mengucapkan “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” merupakan bentuk pengakuan bahwa segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa musibah dapat berupa kehilangan orang yang dicintai, penyakit, bencana alam, kehilangan harta benda, maupun berbagai kesulitan hidup. Namun, tidak setiap musibah merupakan hukuman atas dosa. Karena itu, musibah hendaknya menjadi kesempatan untuk bermuhasabah, memperbaiki diri, dan bertaubat kepada Allah SWT.

Ustadzah Maharani juga mengajak peserta untuk menanamkan sikap sabar, beriman kepada takdir Allah, tidak berputus asa, memperbanyak doa, serta bertawakal dengan tetap melakukan ikhtiar yang baik. Melalui musibah yang terjadi saat ini, umat Islam diharapkan mampu mengambil pelajaran dan semakin meningkatkan keimanan serta kepedulian terhadap sesama.

Melalui kegiatan Gema Majelis Taklim ini, diharapkan para peserta semakin memahami bahwa musibah bukan hanya menjadi ujian, tetapi juga momentum untuk memperkuat iman, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan semangat saling membantu dalam menghadapi berbagai kesulitan.

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kesabaran kepada saudara-saudara kita yang terdampak musibah, melindungi masyarakat dari berbagai keburukan, serta menjadikan setiap ujian sebagai jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

0 Komentar

Belum ada pesan

Tinggalkan Pesan